--Advertisements--

Ditulis oleh | Mas Poer

Diperbarui |

Algoritma Pemrograman

--Advertisements--

Mayoritas dari kita kurang familiar jika mendengar kata algoritma dan menganggap arti dari kata tersebut berkaitan dengan bahasa pemrograman, matematika, atau ilmu komputer dan berisi sekumpulan angka.

Hal yang disebutkan di atas memang benar adanya. Ada hubungan yang erat antara algoritma dengan perhitungan, namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih dalam apa itu algoritma dalam dunia pemrograman.

Secara umum, algoritma sendiri memuat langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah.

Algoritma bermain dengan logika. Nah, logika ini tentu erat kaitannya dengan ilmu pemrograman.

Jika tidak ada pengetahuan tentang algoritma, seorang programmer biasanya akan kesulitan ketika melakukan tugasnya.

Karena, pada dasarnya hal yang paling penting bagi seorang programmer adalah memahami logika sistem yang akan dibuatnya terlebih dahulu sebelum membuat program itu sendiri.

Algoritma pemrograman adalah pijakan utama dalam menciptakan suatu program dalam komputer.

Walaupun erat kaitannya antara perhitungan matematis namun faktanya pemrograman tidak melulu tentang perhitungan yang sulit.

Jadi, sebenarnya apa sih algoritma dalam pemrograman? Yuk simak poin-poin dan penjelasan dari kami di bawah ini. 

Pengertian Algoritma

Algoritma Pemrograman
--Advertisements--

Melansir dari situs Pendidikanpedia, algoritma adalah suatu alur atau urutan yang digunakan dalam perhitungan dalam menyelesaikan masalah secara sistematis.

Di bidang pemrograman, algoritma pemrograman diibaratkan sebagai logika dalam suatu penentuan program yang akan dikerjakan.

Buah pikiran yang lain mengatakan definisi algoritma merupakan serangkaian metode yang harus dituruti dalam perhitungan atau operasi pemecahan masalah lainnya, khususnya pada komputer.

Bisa dikatakan, semua struktur logis yang disusun sesuai sistematika khusus dan dipakai untuk menyelesaikan sebuah masalah bisa diselesaikan dengan algoritma.

Sebagai contoh kecil, kamu pasti pernah membaca resep makanan, bukan?

Biasanya penulis resep mencatat beberapa bahan yang yang dibutuhkan disertai serangkaian langkah untuk membuat makanan tersebut. Nah, ini lah salah satu contoh algoritma di dunia nyata.

Sementara jika dikonversikan ke Bahasa komputer, resep berarti prosedur, bahan-bahannya adalah input, dan hasil makanan dari resep tersebut adalah output.

Algoritma pemrograman menjabarkan cara melakukan sesuatu lalu komputer kamu akan melakukan sama persis seperti itu setiap saat.

Penetapan algoritma pada pemrograman adalah hal dasar yang wajib diketahui dan merupakan langkah awal pada pembuatan program.

Cara penyajiannya pun dapat dikelompokan dalam dua bentuk yakni gambar dan tulisan.

Nah, itu semua tergantung dari tangan programmer juga. Dalam penyajian berupa tulisan biasanya memakai pseudocode beda halnya dengan penyajian berupa gambar biasanya dibuat sebuah diagram flowchart. 

Hal yang sulit dan menjadi sebuah tantangan yakni menerapkan algoritma yang ditentukan menjadi sebuah script atau kode yang rapi dan bisa berjalan sesuai keinginan.

Fungsi Algoritma

Setelah paham betul pengertian algoritma kita lanjut ke fungsinya, ini juga merupakan hal yang penting dan wajib kamu ketahui.

Pada prinsipnya fungsi utama dari algoritma untuk memecahkan sebuah masalah. 

Terlepas dari itu, secara keseluruhan ada lima fungsi algoritma. Apa sajakah itu?

  • Dapat dipakai berulang kali, fungsi yang satu ini memberi keuntungan untuk meminimalisir penulisan program yang berulang-ulang. Dengan kata lain kamu tidak perlu repot untuk menulis lagi program yang sama secara berulang.
  • Meminimalisir permasalahan rumit dalam perhitungan tingkat tinggi. Sebab memakai perhitungan sering sekali program yang dibuat tidak berjalan sesuai dengan semestinya karena adanya kesalahan.
  • Mampu menyederhanakan program, artinya jika ada program yang besar bisa menjadi program yang sederhana. Hal ini pun dapat mengefektifkan penggunanya. Selain itu, ada dua pendekatan yang dimiliki algoritma pemrograman yakni top-down dan divide and conquer
  • Memperbaiki kesalahan dengan mudah dan cepat. Artinya dalam pembuatan program pasti selalu ada kesalahan-kesalahan, dan hal tersebut sangatlah wajar.
  • Memudahkan melakukan pencarian dan menemukan kesalahan yang ada dalam program pada komputer kamu. Sebab algoritma memiliki alur yang jelas dengan begitu sangat mudah mencari kesalahan pada pemrograman.

Cara Kerja Algoritma

Nah, lalu bagaimana dengan cara kerjanya ya? Simple saja. Cara kerja algoritma pemrograman yakni deskripsi dari sebuah proses untuk mengerjakan sesuatu yang disusun dalam sederet aksi. 

Sederhananya begini, prinsip kerja dari algoritma pemrograman terbagi menjadi tiga yaitu input, proses dan output.

Kita ambil contoh sederhananya saja, seperti merebus air misalnya. Pertama kita definisikan input dan outputnya.

Sesuai dengan proses merebus air, yang menjadi input yakni air mentah dan outputnya adalah air matang. Jadi, susunan algoritma pemrogramannya sebagai berikut:

  • Ambil panci
  • Isi dengan air 
  • Simpan di atas kompor
  • Nyalakan api dari kompor
  • Tunggu hingga air mendidih
  • Air pun sudah matang

Contoh Algoritma Pemrograman 

Pada bagian akhir ini kami akan mencantumkan beberapa contoh algoritma pemrograman yang bisa kalian pakai untuk sebuah referensi. 

Sebetulnya banyak algoritma yang telah dibuat, pekerjaan yang cukup memakan waktu yakni menentukan mana saja algoritma yang penting. 

Tapi, ada 32 algoritma yang lazim dipakai dalam dunia komputer oleh para ilmuwan IT. Dari ke 32 itu kita ambil 10 contoh utama untuk menambah wawasan kamu, berikut diantaranya:

1. Pencarian Binary

Satu teknik untuk menemukan nilai khusus di linear array dengan mengkesampingkan setengah data dari setiap langkah. 

2. Pencarian Beam

Pencarian beam merupakan yang mengoptimalkan pencarian terbaik pertama. Sebagaimana pencarian terbaik utama, pencarian ini membutuhkan fungsi heuristic untuk menilai node-node yang diperiksa.

3. Branch and Bound

Suatu metode algoritma yang lazim dipakai untuk menemukan solusi optimal dari beragam masalah pada pengoptimalan. Terutama pada problem optimasi diskrit dan kombinasi.

4. Kompresi Data 

Source coding atau kompresi data merupakan encoding suatu informasi memakai bit yang lebih sedikit daripada representasi tanpa kode yang harus memakai skema encoding yang lebih spesifik.

5. Dynamic Programming

Metode memangkas runtime algoritma yang menunjukan sub-masalah tumpang tindih dan substruktur optimal.

6. Hashing

Suatu fungsi yang merangkum atau mengidentifikasi data secara probabilistik. 

Hal ini berarti satu orang mencantumkan rumus matematika ke data, lalu menghasilkan string yang mungkini unik untuk data yang dibuat.

String yang tadi jauh lebih pendek dari data original. Tetapi, data tersebut dapat dipakai untuk pengidentisfikasian. 

7. Metode Newton

Metode newton merupakan algoritma yang efisien dalam menemukan perkiraan ke nol dari suatu fungsi bernilai nyata. 

Metode newton juga salah satu algoritma yang dikenal untuk menemukan akar persamaan dalam satu atau lebih dimensi.

Hal demikian juga dapat dipakai untuk menjumpai maksimal lokal dan fungsi minimal lokal

8. Maximum Flow

Problem maximum flow adalah menemukan hukum melalui alur aliran yang maksimal. Terkadang hal ini juga didefinisikan sebagai menentukan nilai aliran yang dimaksud. 

Lalu, masalah ini bisa dilihat sebagai kasus khusus dari masalah alur aliran yang lebih kompleks.

Maximum flow juga terhubung dengan pemotongan pada jaringan oleh teori Max-flow Min-cut. Algoritma Ford-Fulkerson menghitung aliran maksimal dalam jaringan aliran.

9.Karatsuba Multiplication

Untuk sistem yang harus mengalikan angka dalam kisaran beberapa ribu digit layaknya sistem aljabar komputer dan perpustakaan bignum, perkalian panjang dinilai terlalu lambat. Sistem ini memakai perkalian karatsuba.

10.Q-Learning

Q-learning merupakan teknik pembelajaran penguatan yang berbuat dengan mempelajari fungsi dari nilai tindakan yang membagikan utility yang diharapkan untuk menangkap tindakan pada situasi tertentu.

Selain hal yang tadi disebutkan juga bertujuan untuk mengikuti kebijakan setelahnya. 

Kekurangan dari Q-Learning terdapat pada kemampuannya membandingkan utilitas yang diharapkan dan tanpa membutuhkan model lingkungan.

Demikian pembahasan tentang algoritma pemrograman. Jadi bagaimana, tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang algoritma pemrograman?

Walaupun bukan hal yang mudah untuk dipahami namun kamu bisa belajar secara otodidak atau mengambil kelas ilmu pemrograman untuk menambah wawasan kamu. 

Sekian dulu yang dari kami, sampai jumpa di lain kesempatan. Terima kasih!

Share ke temen-temen kamu:

Tinggalkan komentar